![]() |
| Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyarifin, M.M : foto Biro humas |
Menurutnya hal tersebut sangat penting untuk menjadikan madu Mataiyang konsisten dipasaran dan mendapat kepercayaan dari komsumen.
"Bisnis madu itu kuncinya ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh, terutama jujur, sehingga masyarakat tetap percaya dengan kualitas madu Mataiyang. Petani harus menjaga keaslian madu, jangan ada yang dicampur dengan gula, kalo itu dilakukan maka hancur, tidak ada yang percaya lagi selama-lamanya,” kata Bupati
Bupati juga meminta pilot project incubasi inovasi desa madu Mataiyang tidak berhenti setelah diresmikan, agar bisa terus berlanjut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain membuka panen raya madu hutan dan forum bisnis madu Mataiyang, Bupati juga meresmikan pembangunan rumah produksi madu hutan Mataiyang dan menyerahkan bantuan peralatan produksi madu dan sound system untuk masjid Nurul Yakin Desa Mataiyang. Kepada masyarakat Bupati berkomitmen menyerahkan aset lahan bekas bangunan sekolah akibat gempa untuk pembangunan masjid.
Sememtata itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sumbawa Barat, Drs. Mulyadi, M.Si dalam laporannya mengatakan, Desa Mataiyang dijadikan pilot project incubasi inovasi desa dengan produk madu hutan. Tidak tanggung-tanggung Anggaran Rp. 1,2 miliar digelontorkan untuk mensukseskan program tersebut.
"Anggaran ini untuk membuat rumah produksi madu, pengadaan peralatan dan peningkatan sumber daya manusia. Diharapkan madu Mataiyang nantinya akan menjadi madu yang go nasional bahkan go internasional,"cetusnya. (Red)
Sumber: https://sumbawabaratkab.go.id/bupati-imbau-petani-jaga-kualitas-madu/

