Sumbawa Barat, dinamikantb.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia masih akan terjadi hingga November 2019. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi di September.
Salah satu kabupaten yang terdampak dari kemarau panjang tersebut adalah kabupaten sumbawa barat, dan sejumlah desapun terdampak kekeringan lantaran hujan yang tak kunjung turun.
Hal tersebut membuat Erman Maulana kepala desa kemuning kecamatan sekongkan kabupaten sumbawa barat yang juga terdampak kemarau panjang berinisiasi bersama BPD dan warga untuk membeli tandon penampung air dan di salaurkan ke warga yang terdampak kekurangan air bersih yang di akibatkan kemarau panjang tersebut.
"Setelah melakukan diskusi bersama BPD dan warga kami lantas membeli tandon dengan ukuran dua ribu dua ratus liter untuk menangangkut air dan kami distribusikan ke seluruh warga desa kemuning," tutur kepala desa kemuning kepada media ini Rabu, (16/10/2019).
Untuk Anggaran kegiatan pengadaan dan pendristribusian air bersih tersebut Erman sapaan akrabnya mengatakan, BPD dan warga urunan untuk melakukan kegiatan tersebut, sementara pengajuan penganggaran pemerintah desa di sahkan oleh pemerintah daerah.
"Kami telah bersurat ke bupati, BBPD dan melakukan kordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk segera mengesahkan agar pemerintah desa bisa menggunakan anggaran desa untuk situasi yang mendesak seperti bencana dan lain-lainnya. contohnya seperti kekeringan yang saat ini terjadi, agar nantinya kami pemererintah desa bisa mengaanggarkan untuk itu," Ucapnya
Erman juga mengucapkan Terimakasih kepada BPD dan warga yang terlibat dan kompak melakukan kegiatan sosial tersebut."Saya haturkan terimakasih untuk sodara saya Agus futrahadi dan johan untung yang telah respek terhadap situasi yang di alami warga desa ini dan rela kendaraannya (Mobil) secara sukarea menjadi armada untuk mendristibusikan air bersih ke warga."tutupnya. (Red)

